Showing posts with label Obyek Wisata Nusantara. Show all posts
Showing posts with label Obyek Wisata Nusantara. Show all posts

Air Terjun Dari Mentawai


Selama ini, mungkin orang mengira, pariwisata Mentawai hanya menyuguhkan keindahan pantai dan biota lautnya. Namun, lebih dari itu, di belantara Mentawai, rupanya tersimpan keindahan yang tak kalah indah. Hutan yang lebat beserta faunanya cukup mengagumkan. Selain itu, ada beberapa air terjun yang tak kalah memukau. Di antaranya, air terjun Kuluk Kubuk dan Bat Saumang. Objek wisata air terjun Kuluk Kubuk merupakan wisata air terjun yang berda di Desa Madobal yang letaknya di dalam hutan sekitar tiga kilo meter dari pemukiman penduduk Modabal. Wisata Air Terjun Kulu Kubuk ini Terletak di Desa Madobak, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Air Terjun Kulu Kubuk Mentawai terdiri dari dua tingkat dengan ketinggian yang mencapai 70 meter dan sangat cocok dijadikan pemandian alam yang menyegarkan. Hawa segar dengan air yang dingin serta perairannya yang dangkal mendukung keindahan air yang meluncur bebas dengan derasnya membuat wisata Air Terjun Kulu Kubuk Mentawai wajib dikunjungi dan dicoba untuk menaklukan rasa penasaran Air yang ada di Kulu Kubuk Mentawai ini. Dan untuk menuju ke lokasi Kulu Kubuk dapat menggunakan kendaraan speed boat kurang lebih sekitar 4 jam. Jika air pasang, perjalanan bisa lebih cepat. Namun jika air dangkal, perjalanan menjadi sangat lambat. Dengan waktu tempuh yang lama akan dibayar dengan keindahan air terjun yang tinggi dengan cupratan air yang dingin dan di tambah pemandangan yang indah dari tengah hutan membuat pemandian ini terasa akan berbeda. Mungkin ini akan menjadi pengalaman pertama anda merasakan air terjun yang dingin di tengah hutan.
Walau wisata air terjun Kulu Kubuk berada di tengah hutan dengan banyak pohon di sekitarnya namun kawasanwisata air terjun Kulu Kubuk ini sangat bersih, karena setiap daun yang jatuh di kawasan ini akan langsung terbawa arus yang deras dari air terjun Kulu Kubuk Mentawai. Anda tidak usah khawatir arusnya tidak cukup deras untuk membawa anda hanyut bersama daun karena kawasan ini sudah sangat aman dari bahaya namun anda di wajibkan selalu berhati-hati.
Sementara, air terjun Bat Saumang tak kalah menarik untuk di kunjungi meskipun masih sangat alami dan belum di lengkapi fasilitas karena letaknya di pedalaman. Dengan kapal motor, membutuhkan waktu 10-12 jam dari Kota Padang Sumatera Barat untuk sampai ke Pulau Siberut, pulau terbesar di Kepulauan Mentawai. Di mana aliran air yang berada di Air Terjun Bat Soumang cukup deras dan berbahaya. Namaun bagi anda yang suka berpetualangan sejati tidak ada salahnya mencoba dan datang ke lokasi yang di kelilingi hutan rotan dan kayu besar.
Aliran air dari Air Terjun Bat Soumang juga cocok untuk di jadikan olah raga arung jeram di mana lokasi ini berada di Dusun Bulasat. Jika anda takut untuk mencoba derasnya Air Terjun Bat Soumang anda bisa hanya menikmati pemandangan yang ada di sini dengan percikan air terjun dan aliran air yang dingin. Walau di Air Terjun Bat Soumang belum ada fasilitas anda bisa menyewa penduduk untuk menjadi guide yang akan mengantar anda ke lokasi dan yang akan menjaga anda dari bahaya. Karena para penduduk yang ada di sekitar sudah terbiasa dengan derasnya air di sana

Kutip : Metro Padang pos

10 Terowongan kereta api terpanjang di Indonesia

1. Terowongan Wilhelmina/Terowongan Sumber (1208 m)
Terowongan Wilhelmina yang di bangun pada zaman penjajahan Belanda dan diresmikan pada tanggal 1 Juni 1921. Terowongan ini memiliki panjang sekitar 1208 m. terowongan kereta api yang dulu menghubungkan Banjar-Cijulang, kini keberadaanya sungguh memprihatinkan, dengan rel yang hilang dan muka terowongan yang tak terurus, di rambati akar-akar tanaman semak belukar, semakin menghilangkan pamor dari sejarah maupun aset wisata dari terowongan terpanjang di Indonesia ini.


2. Terowongan Sasaksaat (949 m)
Terowongan Sasaksaat merupakan terowongan jalur kereta api yang dibangun oleh SS (Staatsspoorwagen) antara tahun 1902-1903. Bangunan Hikmat 503 ini berada di jalur antara Purwakarta dan Padalarang di Km 143 + 144 antara Stasiun Sasaksaat dan Stasiun Maswati, membelah perbukita Cidepong di Kampung Sasaksaat Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Didalam terowongan sepanjang 949 m ini terdapat 35 sleko terdiri dari 17 kiri dan 18 kanan dari arah Stasiun Sasaksaat. Terowongan yang terletak di Daerah Operasi II Bandung merupakan terowongan kereta api yang padat lalu lintas, setiap harinya ada 44 Kereta api yang melintas secara reguler. Jalur yang lengkung ketika akan memasuki terowongan baik dari arah Stasiun Sasaksaat dan stasiun Maswati maka jalan relnya diberi rel paksa (gongsol). Banyaknya kereta api yang melintas memerlukan penjagaan khusus di terowongan sehingga di kedua ujung terowongan terdapat gardu jaga untuk JPTw (Juru Periksa Terowongan).

3. Terowongan Sawahlunto (835 m)
Terowongan Sawahlunto terletak di antara stasiun Muara Kalaban dan Sawahlunto, Sumatera Barat. Terowongan ini memiliki panjang sekitar 827 m dikenal juga dengan sebutan Lubang Kalam.


4. Terowongan Eka Bakti Karya (760 m)
Terowongan ini terletak di Sumberpucung, malang. Lima kilometer setelah stasiun Sumberpucung. Terowongan ini memiliki panjang sekitar 760 m dan juga terdapat terowongan Dwi Bhakti Karya dengan panjang 400 m. Disebelah terowongan ini terdapat Bendungan Ir. Sutami

5. Terowongan Mrawan (690 m)
Terletak disebelah Barat Stasiun Mrawan, Kalibaru, Banyuwangi. Terowongan ini memiliki panjang sekitar 690 m dan dibangun pada tahun 1901.

6. Terowongan Lampegan (687 m)
Terowongan ini terletak di Kec. Cibeber, perbatasan Kab. Cianjur dan Kab. Sukabumi. Pada tanggal 8 Februari 2001, terowongan ini runtuh, namun saat ini terowongan yang memiliki panjang sekitar 687 m ini telah direnovasi.

7. Terowongan Kupitan (600 m)
Berada di wilayah DIVRE II Sumbar antara Muarakalaban dan Padang Sibusuak, Terowongan ini memiliki panjang kurang lebih 600 m.
8. Terowongan Ijo (580 m)
Terletak di di Rowokele, Kebumen. Terowongan ini dibangun di jaman Belanda pada 1885-1886, dengan sistem kerja paksa terowongan ini sudah menelan banyak jiwa. Memiliki panjang sekitar 580 m.

9. Terowongan Tebing Tinggi (424 m)
Terowongan ini terletak di Talang Banyu Desa Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi, Sumetara Selatan. Terowongan yang masih aktif ini memiliki panjang sekitar 424 m.

10. Terowongan Gunung Gajah (368 m)
Termasuk dalam wilayah DIVRE III Sumsel dan terletak antara stasiun Lahat dan stasiun Bunga mas, panjang terowongan ini sekitar 368 m.


Sumber :
http://www.semboyan35.com
http://artikelpopuler.com
http://desabagoloinfo.wordpress.com
http://indonesianheritagerailway.com
http://www.west-sumatra.com
http://www.semboyan35.com
http://4lawang.wordpress.com
bilamana terdapat kesalahan dalam artikel ini, mohon diralat, terima kasih.

Surfing di Mentawai


Di milist Rantau@net lagi ramai membicarakan salah satu daerah tujuan pariwisata di Sumatera Barat yaitu Kepulauan Mentawai. Yang utama dibicarakan adalah olahraga surfing dan pemandangannya.

Kegiatan surfing di Mentawai ini hanya dikenal oleh para surfer luar negeri. Katanya banyak olahragawan internasional senang main kesana. Sayang para surfer lokal masih jarang. Kalau lihat di google memang kebanyakan orang bulenya.

Ombak di Mentawai merupakan terbagus no. 3 setelah Hawaii dan Tahiti. Berikut infromasi yang didapat dari situs mysurfbrand :

3. Lance’s Right, Indonesia - Remote and tucked away in the Mentawai Islands, Lance’s Rights (Hollow Trees) is a world class right hander breaking sharply over shallow coral reef. Optimal size is 4-8 ft and is harder to surf than the surf mags make it look. Typically, getting to Lance’s Right is a bit of a mission. Most people fly to Padang, stay overnight before catching a transfer out to the Mentawai Islands the next day. Its expensive too, Most people who surf the Mentawais go by charter boat and pay up to whopping $US450 per day! Take heart tho, you can do it cheaply aswell by staying in a camp up there.

Sedangkan Uluwatu-Bali dan Lakey Peak, Sumbawa-Indonesia termasuk perangkat ke 17 dan 19.Ombak yang bagus menurut Pak Rudi_silausumatra yang disampaikan di west-sumatra.com :
Di Mentawai dimulai pada awal Februari, bagi surfer best seasonnya itu pada bulan Mei, Juli, Agustus. Bulan September adalah saat paling ramai disana. Dan Kandui berada di Surf Playground Area yaitu di Siberut Selatan (Muara Siberut), banyak terdapat spot-spot wafe world class.
Untuk pemandangannya juga sangat bagus. Kebudayaan dan hutan masih bertahan dan asri.
Jika ingin lihat video para surfer luar negeri main ombak di Mentawai, bisa cari di youtube dengan kunci pencari “surf Mentawai”.
Kalau ingin mancing, disana olahraga yang juga menarik. Ikannya gede-gede.
Jadi … ga usah jauh-jauh kan ke luar negeri atau kalau sudah bosen ke Bali, coba datang ke Mentawai.
And … ini penting banget … JANGAN RUSAK ALAM DISANA. Belajar dari pengalaman di Nias, setelah dirusaknya alamnya pariwisata disana sudah tidak menarik dan sepi pengunjung.
Kalau ada yang ngerusakin, berurusan sama GW dan orang-orang di west-sumatra …. hehehe …
Sumber :
WavePark Mentawai
West-Sumatra.com
http://rickyds905.multiply.com
mentawaiisland.com

Tempat Romantis di Bumi Nusantara Garut


Garut bukan cuma terkenal dengan dodolnya. Jika Anda menginginkan suasana pedesaan Sunda yang lengkap dengan bale-bale, masakan Sunda, musik Sunda, maka Kampung Sampireun bisa menjadi pilihan Anda. Perjalanan dari Jakarta menempuh waktu 6 jam, tetapi semuanya akan terbayar ketika memasuki kawasan ini. Dengan pemandangan alam pedesaan yang tenang dengan udara sejuk pegunungan, Anda dapat merasakan hembusan angin lembut dan gemerisik pohon bambu yang tertiup angin dengan diiringi alunan musik khas tanah Sunda sambil duduk di bale-bale dan menghirup udara sejuk. Romantis sekali bukan?

Kampung Sampireun terletak di Ciparay, desa Sukakarya, Garut, Jawa Barat. Kampung Sampireun ini menawarkan semua kesederhanaan sekaligus kenyamanan fasilitas yang Anda butuhkan. Saat Anda tiba di sana, sajian alam pertama yang dapat Anda nikmati adalah pemandangan sebuah danau dengan rumah-rumah berdinding bambu yang menjorok di atas danau begitu tiba di lobi. Dominasi antara bambu dan kayu menjadi unsur dominan di dalam dan luar ruang pondok Kampung Sampireun ini.
Kampung Sampireun menghadirkan suasana kampung tatar Sunda dengan kesan indah, nyaman, tentram, dan damai dengan sentuhan khas kampung tradisional yang terdiri dari berbagai pilihan jenis kamar yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Satu kesamaan dari tiap kamar ini adalah semuanya menawarkan nuansa pedesaan Sunda yang tenang.
Di malam hari Anda juga dapat mendengar gemericik air danau sambil melihat romantisnya sinar bulan yang menerangi permukaan danau. Anda juga dapat menikmati pemandangan langit malam dengan taburan bintang. Di siang hari, bila angin berdesir dan menerpa pepohon bambu maka akan terdengar suara lembut gesekan bambu bagaikan simponi orkestra alam.
Saya tidak perlu panjang lebar menjelaskan, langsung lihat saja pesonanya!

Objek Wisata Air Terjun Kepala Siring


Objek Wisata Air Terjun Kepala Siring adalah salah satu tujuan wisata baik lokal maupun wisatawan luar daerah di daerah kabupaten Bengkulu Utara dan memiliki daya Tarik berupa air terjun dan irigasi peninggalan Belanda serta pemandangan alam hutan konservasi sebagia tempat tumbuhnya Rafflesaia. Fasilitas : Jalan aspal kelokasi, Shelter dan halaman parkir.

OBJEK WISATA PULAU ENGGANO


Pulau Enggano adalah kelompok kepulauan yang terletak di Samudera Indonesia. Enggano terdiri dari 6 buah pulau, dan Enggano merupakan pulau yang terbesar dengan ukuran sekitar 29Km x 18Km dan luas keseluruhan termasuk pulau-pulau kecil sekitarnya adalah 443Km bujur sangkar.

Kepulauan ini banyak menyimpan potensi alam yang luar biasa besarnya, seperti sumber alam berupa kawasan hutan wisata dan konservasi hutan buru gunung Nanu’ua seluas 10.000 Ha, dengan aneka jenis flora dan fauna langka dan target sasaran pemburuan adalah babi hutan, sapi liar dan kerbau liar.
Pantai yang indah dengan taman laut yang mengandung beraneka ragam ikan hias dengan karang laut yang indah dan berwarna-warni.

OBJEK WISATA ALAM BUKIT KABA


Objek Wisata Alam Bukit kaba merupakan gunung api kembar dengan gunung hitam yang telah padam. Pada puncaknya terdapat tiga buah kawah yang cukup indah untuk dinikmati.Untuk mencapai puncak gunung kaba ini pendaki terlebih dahulu menuju Kota Kabupaten Rejang Lebong - Curup.
Untuk ke Curup dapat dicapai dari barat Bengkulu sekitar 90 km perjalanan dan juga pendaki dapat mencapainya dari arah timur yaitu dari Palembang lewat Kabupaten Lahat dan Lubuk Linggau.

Dari Curup menuju ke kampung bukit kaba dan berkemah di desa Sumber Urip (sebelah utara gunung) kurang lebih 25 km dari Curup.

Pendakian menuju ke puncak sampai di pematang durian dari sumber urip kurang lebih sekitar 4 jam perjalanan, namun saat ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat.
Dari pematang durian sampai ke puncak Kaba sekitar 2 jam perjalanan. Dimana dalam perjalanan menuju puncak bukit kaba ini terdapat banyak panorama alam dan perkebunan sayuran milik warga yang membentang luas di kaki bukit kaba.
Fasilitas tangga di lereng luar Kawah Lama memudahkan para wisatawan untuk mencapai bibir kawah-kawah lainnya di kawasan puncak. Sumber mata air panas di Air Meles (lereng barat daya) dan di Air Sempiang (lereng selatan) juga merupakan tempat-tempat yang potensial bagi wisata gunung api di Kabupaten Rejang Lebong.

Green Hill Park Sibolangit

green hill park sibolangit Pictures, Images and Photos
Hillpark Sibolangit merupakan yang terbesar di Asia karena dihamparkan di 12 hektar, sekira 800 beat dari permukaan laut. Aroma pegunungan demikian terasa karena didesain sedemikian rupa dan sempurna menjadi kota wisata yang dikemas dalam tiga dari 10 tema yang direncanakan, yakni herritage, toon boondocks dan absent city. Lihat saja, herritage dikemas dengan gaya King Arthur absolutist lengkap dengan Istana Camelot. Di sini juga terdapat amusing go round, bonanza car, bonanza baiter dan amphi theatre yang mampu menampung 800 orang dengan sajian spektakuler.

Masyarakat sumut punya lokasi wisata wahana berkelas internasional yang berlokasi di dataran tinggi nan sejuk mount of sibayak bumi sibolangit. Masyarakat sumut sekarang tidak perlu lagi liburan keluar negeri, seperti genting highland nya malaysia, atau ancol jakarta.

Banyak wahana yang bisa kita temui di green hill sibolangit, seperti roller coaster, baling2 raksasa dimana kita bisa menyaksikan keindahan panorama pegunungan sibayak diatasnya, dan lain2 yang berkelas internasional.

Tidak jauh dari green hill sibolangit terdapat juga kolam air blerang sidebuk-debuk. Kolam air panas ini ditampung langsung dari sumber Geotermal gunung sibayak.

Air Terjun Si Piso-Piso


Air terjun Sipiso-piso terletak tak jauh dari Desa Tongging. Masih dalam kecamatan yang sama. Jika Tongging berada di dataran rendah Karo, maka sebaliknya Sipiso-piso berada tepat di atasnya. Dengan demikian, menjelajahi Tongging berarti juga menjelajahi Sipiso-piso. Keduanya tak dapat dipisahkan meski keduanya memilki nilai tersendiri. Wilayah Sipiso-piso merupakan daerah dataran tinggi yang asri. Air terjun Sipiso-piso dan Gunung Sipiso-piso menjadi hal yang berpengaruh dalam topografinya. Curam. Angin dari gunung dan danau menyatu behembus sepanjang hari menyertai setiap orang yang tinggal di dalamnya.

Letak Air Terjun Sipiso-piso berada kira-kira sejauh 1 kilometer ke bawah dengan menapaki satu-persatu anak tangga beton. Ketika neuruni satu-persatu anak tangga kan terlihat pemandangan panorama danau yang mementang sednag tepat di tepinya adalah Desa Tongging

Selain lelahnya menapaki jalan menuju Air Terjun Sipiso-piso, juga terdapat Bukit Sipiso-piso (sekitar 1 kilometer dari air terjun), yang merupakan lokasi strategis untuk olahraga terjun payung. Olahraga ini dapat dilakukan dengan memulai penerjunan dari puncak Bukit Sipiso-piso dan mendarat di Desa Tongging, di tepi danau. Bagaimana.., Anda sudah siap? Jelajahi dan nikmati keindahan dan tantangannya.

Candi Borobudur


Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan, pendiri Borobudur adalah raja dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga sekitar 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.

Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua tingkat-tingkatannya beberapa stupa.

Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.

Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga. Sebagian kecil struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.

Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.

Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.

Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha, yang disalahsangkakan sebagai patung Adibuddha, padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah ada patung pada stupa utama, patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu. menurut kepercayaan patung yang salah dalam proses pembuatannya memang tidak boleh dirusak. Penggalian arkeologi yang dilakukan di halaman candi ini menemukan banyak patung seperti ini.

Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.

Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia.

Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala.

Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.

Di setiap tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita jātaka.

Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.

Adapun susunan dan pembagian relief cerita pada dinding dan pagar langkan candi adalah sebagai berikut.Bagan Relief
Tingkat Posisi/letak Cerita Relief Jumlah Pigura
Kaki candi asli - ----- Karmawibhangga 160 pigura
Tingkat I - dinding a. Lalitawistara 120 pigura
------- - ----- b. jataka/awadana 120 pigura
------- - langkan a. jataka/awadana 372 pigura
------- - ----- b. jataka/awadana 128 pigura
Tingkat II - dinding Gandawyuha 128 pigura
-------- - langkan jataka/awadana 100 pigura
Tingkat III - dinding Gandawyuha 88 pigura
-------- - langkan Gandawyuha 88 pigura
Tingkat IV - dinding Gandawyuha 84 pigura
-------- - langkan Gandawyuha 72 pigura
-------- Jumlah -------- 1460 pigura


Secara runtutan, maka cerita pada relief candi secara singkat bermakna sebagai berikut :
Karmawibhangga

Salah satu ukiran Karmawibhangga di dinding candi Borobudur (lantai 0 sudut tenggara)

Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi, relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung tersebut menggambarkan hukum karma. Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri (serial), tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai korelasi sebab akibat. Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya, tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan.

Lalitawistara

Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap ) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan, setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur. Ke-27 pigura tersebut menggambarkan kesibukan, baik di sorga maupun di dunia, sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. Relief tersebut berjumlah 120 pigura, yang berakhir dengan wejangan pertama, yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang juga berarti "hukum", sedangkan dharma dilambangkan sebagai roda.

Jataka dan Awadana

Jataka adalah cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan baik, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain manapun juga. Sesungguhnya, pengumpulan jasa/perbuatan baik merupakan tahapan persiapan dalam usaha menuju ketingkat ke-Buddha-an.

Sedangkan Awadana, pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa, melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan, dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana. Pada relief candi Borobudur jataka dan awadana, diperlakukan sama, artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka, karya penyair Aryasura dan jang hidup dalam abad ke-4 Masehi.

Gandawyuha

Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke-2,adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana. Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari.

Tahapan pembangunan Borobudur
Tahap pertama

Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti (diperkirakan antara 750 dan 850 M). Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar.
Tahap kedua

Pondasi Borobudur diperlebar, ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang langsung diberikan stupa induk besar.
Tahap ketiga

Undak atas lingkaran dengan stupa induk besar dibongkar dan dihilangkan dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa dibangun pada puncak undak-undak ini dengan satu stupa besar di tengahnya.
Tahap keempat

Ada perubahan kecil seperti pembuatan relief perubahan tangga dan lengkung atas pintu.

Pesona Bukit Malimbu, Lombok Barat


Pulau lombok terkenal dangan keindahan alamnya. Salah satunya adalah Bukit Malimbu. Bukit Malimbu merupakan daratan tinggi terusan area Pantai Senggigi, terletak di kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Di sini Anda bisa menikmati hamparan pasir putih yang terbentang di hadapan bukit. Dari atas bukit, Anda akan disegarkan oleh pemandangan alam terbuka yang sangat mempesona. Indahnya matahari terbenam akan menjadi pemandangan yang tak terlupakan. Selain itu, Anda bisa menikmati pemandangan gunung Agung di Bali dan deretan gili-gili (pulau) di bagian utara pulau Lombok.

Objek wisata itu dari kota Mataram membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Untuk mencapai lokasi , Anda harus membawa kendaraan sendiri atau menyewa, karena tidak ada kendaraan umum yang langsung menuju ke lokasi. Anda sebaiknya membawa bekal makanan karena belum terdapat penginapan ataupun restoran yang bisa melayani kebutuhan Anda. Bagi Anda yang ingin bermalam, di sini tersedia gubuk-gubuk yang bisa di sewa untuk beristirahat, menyantap bekal sekaligus menikmati keindahan pantai

Air terjun Coban Rondo


Air terjun Coban Rondo merupakan salah satu objek wisata Indonesia yang terletak sekitar 12 kilometer dari Batu, Jawa Timur, Indonesia.

80something dengan ketinggian, air terjun Coban Rondo sangat mudah untuk mencari. Hanya meminta masyarakat yang tinggal di sekitar Batu dan mereka akan memberitahu Anda cara untuk pergi ke sana. Akses jalan untuk menuju ke lokasi telah asphalted dan masih dalam kondisi baik untuk segala jenis kendaraan.

Coban Rondo lingkungan penuh dengan pohon cemara dan banyak Casuarina (dicotyledonous keluarga dari tanaman berbunga), membuat suasana terasa dingin dan segar. Tidak hanya air terjun yang tersedia di air terjun Coban Rondo, namun Anda dapat melihat keindahan panorama di Kota Batu dari sana, berbagai tanaman yang sehat, berbagai fauna, floras, dan losmen.

Air terjun Coban Rondo yang unik Jawa Legend. Sepertinya, di bawah air terjun yang telah gotten goa tempat tinggal seorang wanita bernama Dewi Anjarwati. Suaminya, Raden Baron Kusuma berjuang melawan Joko Lelono, anak laki-laki yang tertarik akan kecantikan Dewi Anjarwati dan akan menculik dia. Raden Baron telah tewas dalam peperangan dan istri itu tersembunyi di dalam gua. Karena itu tempat ini diberikan dengan nama dari air terjun Coban Rondo (janda dari air terjun - di Indonesia adalah Janda (janda), di Jawa Rondo berarti janda).

Fasilitas
a. Pelatihan Manajemen Outbound
Pelatihan Manajemen Outbound adalah salah satu fasilitas yang telah dilakukan di air terjun Coban Rondo yang digunakan sebagai fasilitas pelatihan manajemen yang akan liar di buka oleh PT.PALAWI. Gotten oleh mengambil berbagai fasilitas berupa: Formulir piring, tinggi Rope Course, Camping Ground, Tracking Line Flying Camp, Climbing Wall. Fasilitas ini dapat digunakan oleh para remaja dan dewasa sebagai Tim Building, Out Door permainan, hutan Adventure, Fun Outing / Gathering Out Bound Training, tali Course, Hiking, Family Camp.

b. Camping Ground
Pengunjung yang ingin menikmati liar oleh pengeluaran malam liar itu di buka, air terjun Coban Rondo disediakan lokasi untuk perkemahan yang bernuansa alam yang indah yang dikelilingi oleh cris dia perlindungan dari hutan pinus dan Eucalyptus. Air terjun Coban Rondo maka manajemen juga menyediakan tenda yang memiliki kapasitas 4-orang untuk disewa keluar.

c. Gajah Attraction
Sejak 1996 pengelolaan air terjun Coban Rondo membawa 3 Sumatrayang gajah (Indonesia) yang cukup dalam ke dilatih dari sekolah gajah Waykambas Lampung, Indonesia, untuk menghibur para pengunjung yang berkunjung di wisata air terjun Coban Rondo.

d. Inn
Rumah yang telah tersedia sekitar 15 kamar dengan fasilitas air panas dengan harga yang telah dibahas, tetapi juga dapat dilakukan menggunakan sebagai tempat pertemuan yang memiliki kapasitas 30 orang.

e. Penerbangan Helikopter Berpemandangan Alam
Melalui petikan daerah dari Eucalyptus dan hutan pinus dengan rute yang telah menentang oleh castors berikut dan kondisi trek yang naik dan turun lagi dan lagi, yang anda kegiatan bersepeda gunung di air terjun Coban Rondo sangat mengesankan.

f. Bermain

Air terjun Coban Rondo

g. Fauna langka
Tentang Gajah dari wilayah Attraction, banyak satwa langka di Indonesia, seperti gajah dan banyak jarang fauna dari berbagai wilayah di Indonesia.

Informasi lebih
* Air terjun Coban Rondo memiliki ketinggian 84 meter.
* Air terjun Coban Rondo berada di ketinggian 1,135 meter dari permukaan laut.
* Suhu secara umum + / - 22 Celcius tingkat.
* Air terjun Coban Rondo adalah yang pertama kali digunakan sebagai tempat wisata selama 1980.
* The debit air terjun di musim hujan 150 liter / kedua.
* The debit air terjun di musim kemarau 90 liter / kedua.

Tips
* Selalu membawa pakaian lebih untuk berubah jika Anda menjadi dasar pakaian basah di sana.
* Dibawah kamera jika anda ingin mengambil gambar Anda indah.

Benteng Victoria


A. Selayang Pandang

Benteng Victoria merupakan tempat bersejarah yang terletak tepat di pusat kota Ambon. Benteng tertua di Ambon ini dibangun oleh Portugis pada tahun 1775, yang selanjutnya diambil alih oleh Belanda. Belanda kemudian menjadikan benteng ini sebagai pusat pemerintahan untuk mengeruk harta kekayaan masyarakat pribumi, berupa rempah-rempah yang melimpah di bumi Maluku.

Pada masa pemerintahan Belanda, benteng ini berfungsi strategis, yakni sebagai pusat pemerintahan kolonial. Di depan benteng terdapat pelabuhan yang digunakan sebagai jalur perhubungan laut antar pulau. Melalui pelabuhan ini pula kapal-kapal Belanda mengangkut hasil rempah-rempah untuk didistribusikan ke beberapa negara di benua Eropa. Bersebelahan dengan benteng ini, juga terdapat pasar yang menjadi tempat untuk mempertemukan komunitas para pedagang pribumi. Benteng ini juga digunakan sebagai tempat pertahanan dari berbagai serangan masyarakat pribumi yang melakukan perlawanan. Dan, tepat di depan benteng inilah pahlawan nasional bernama Pattimura digantung, yakni pada tanggal 6 Desember 1817.
B. Keistimewaan


Di dalam benteng dapat ditemui sisa-sisa meriam berukuran raksasa. Di beberapa kamar terdapat patung berukir terbuat dari kayu pilihan, peta perkembangan kota Ambon dari abad XVII hingga abad IX, dan beberapa koleksi lukisan para administratur Belanda di Maluku. Dengan melihat peninggalan ini pengunjung dapat merekam sejarah lahir dan berkembangnya kota Ambon.

Sedangkan ruas jalan di sisi depan benteng atau yang disebut “Boulevard Victoria” menghubungkan langsung ke arah bibir Pantai Honipopu. Tepat di depan benteng, wisatawan dapat langsung menyaksikan Teluk Ambon yang sangat indah di saat senja hari, khususnya ketika matahari mulai tenggelam.
C. Lokasi

Benteng Victoria terletak di Kecamatan Sirimau, Kotamadya Ambon, Provinsi Maluku.
D. Akses Menuju Lokasi

Karena terletak tepat di tengah kota, maka pengunjung dapat langsung jalan kaki ke arah timur sejauh 300 meter dari Terminal Mardika, terminal angkutan umum yang terletak di pusat kota. Jika pengunjung naik becak, dikenakan biaya Rp. 3.000, dan Rp. 1500 jika naik angkutan umum.
E. Tiket Masuk

Pengunjung tidak dikenai biaya masuk ke lokasi wisata ini.
F. Fasilitas dan Akomodasi

Di depan benteng terdapat kafe-kafe tenda yang menjual berbagai makanan kecil khas Ambon. Tidak jauh dari benteng ini juga terdapat hotel bintang dua dan penginapan kelas melati, sehingga para wisatawan yang berasal dari luar daerah dapat bermalam di tempat tersebut.

Wisata di Kecamatan Kepala Madan Pulau Tumaho


Sejumlah objek wisata alam yang menarik terletak di Kecamatan Kepala Madan sehingga memudahkan wisatawan untuk mengunjunginya karena jaraknya yang berdekatan. Pulau Tumaho sekitar 160 km sebelah barat pusat kota Namlea, tepatnya di Desa Nanali, Kecamatan Kepala Madan. Untuk mencapai Pulau Tumaho anda bisa menggunakan dua alternatif. Pertama jalur darat dengan menggunakan mobil menuju Desa Air Buaya ± 90 km dengan jarak tempu 2 jam, setelah itu anda bisa menyewa speedboat masyarakat setempat dengan harga 700 ribu PP menuju Pulau Tumaho, dengan menggunakan mobil anda bisa mampir sebentar menikmati indahnya Pantai Jikumarasa dan teduhnya Telaga Namniwel di Desa Waiperang. Kedua dengan menggunakan Kapal Motor yang berangkat dari pelabuhan Namlea langsung menuju Pulau Tumaho dengan jarak tempuh 6 jam dan hanya membutuhkan biaya 100 ribu, dengan jalur laut anda bisa menikmati keindahan pantai sepanjang perjalanan.

Pulau dengan luas ±50 ha² ini dikelilingi oleh hamparan pasir putih yang luas membentak mengikuti garis pantai, disepanjang pantai berjejer pohon kelapa yang selingi oleh tanaman Ubi Kayu ( oleh masyarakat setempat dinamakan Kasbi ). Pantai ditepian laut Banda ini sangat cocok untuk menikamati suasana terbenamnya matahari (sunset) sambil berenang anda bisa langsung menikmati pemandangan Gunang Kapalamadan dengan ketinggian ±2490 m diatas permukaan laut yang merupakan gunung tertinggi di P. Buru. Pemandangan ini memberi sensasi tersendiri bagi pengunjung dikawasan ini. Bagaikan seorang gadis desa yang menutup tabirnya bila sengaja diperhatikan, gunung ini akan tertutup kabut seolah malu bila sengaja datang untuk melihatnya. Sambil menikmati suasana pantai anda bisa berolahraga seperti joging, barmainbola, jalan-jalan ataupun bercengkrama dengan keluarga. Bagi pencinta scuba daving anda bisa menikmati keindahan terumbu karang yang membentang mengelilingi pulau yang terkenal asri, anda juga bisa memancing disepanjang selat tumaho karena ditengah laut terdapat sejumlah kapal maupun perahu yang sedang berlayar mencari ikan.

Air Jin

Terletak berhadapan dengan Pulau Tumaho ±300 m merupakan jenis sungai artesis yang sumber airnya tidak pernah mengering dimusim kemarau, sumber air dan mauranya langsung berhimpitan dengan bibir pantai, Air Jin sudah dikenal luas oleh para nahkoda kapal yang terkenal dengan kesejukan airnya banyak digunakan sebagai sumber air minum bagi para pelaut.
Desa Pasirputih

Pasir PutihTerletak di Pulau Tengan berjarak ± 1 km dari air jin Merupakan tempat peristirahatan yang menyatu dengan alam pedesaan, konsep wisata desa yang menyajikan nuansa pedesaan yang sejuk dan damai dapat mengobati rasa kangen akan suasana pedesaan yang jarang ditemui di masa akan datang. Desa pasir putih terkenal merupakan desa nelayan yang dihuni oleh masyarakat asal Sulawesi Tenggara (Buton) perumahan di sini seluruhnya jenis rumah panggung sambil santai diberanda rumah anda bisa menikmati sinar matahari pagi yang cerah sambil memandang pohon kelapa sepanjang mata, bagi penggila berenang anda bisa langsung menikmati air laut yang bersih dan asri.

Pantai Jikumarasa

Berkunjunglah ke pantai jikumarasa niscaya anda akan terpesona, entah apa sebabnya “pantai terindah” di pulau buru ini selalu berhasil memikat mata para pengunjunggnya. Alamnya yang masih “perawan” dan belum tersentuh tangan - tangan jahil manusia menambah nuansa keteduhan pengunjung, disepanjang garis pantai terhampar pasir putih selalu ada deburan ombak menghempas yang diikuti oleh suara – suara angina bersiul menjawabnya, disepanjang pantai berjejer pohon kelapa yang melambaikan selamat datang bagi pengunjungnya, anda juga bisa menikmati telaga air asin yang muaranya langsung berhempitan dengan pantai, keteduhan dan jernihnya air menambah ketenangan pengunjungnya.

Pantai ini terletak disebelah barat kota namlea ±15 km dengan jarak tempu 15 menit. Perjalanan ke pantai ini selalu lancar anda bisa menggunakan angkot, mobil ataupun motor, Jalan-jalan yang dilalui cenderung datar dan tak banyak tanjakan sehingga anda bisa menempuhnya sambil bersantai. Disepanjang jalan anda bisa menikmati pemandangan perkampungan warga dengan rumah khas orang buru, keramahan warga juga diselingi pohon kelapa sepanjang jalan.

Berkunkung ke pantai jikumarasa anda akan suguhkan dengan makan rujak yakni makan cimilan khas maluku berupa campuran berbagai macam buah-buahan yang aduk menjadi satu dengan pemanis berupa Gula Merah dan sedikit cabe semua itu disediakan oleh warung dengan nuansa khas warung makan pesisir, anda juga bisa menikmati kelapa muda yang langsung diambil dari pohon begitu ada pesanan dan ada aktivitas nelayan Pantai yang bisa anda nikmati ikan bakarnya yang segar.
Danau Rana

Danau RanaObjek wisata ini berada tepat dipedalaman Pulau Buru ± 63 km km dan berada pada ketinggian 700 m diatas permukaan laut. Danau rana merupakan danau terbesar di Propinsi Maluku, berada dalam wilayah Kecamatan Air Buaya sangat cocok bagi wasatawan yang suka berpetualang dialam bebas, untuk mencapainya tersedia dua jalur pilihan, pertama perjalanan melalui jalur barat melalui Desa Wamlana Kecamatan Air Buaya, desa yang terletak ± 80 km dari pusat kota Namlea ini bisa anda capai dengan mobil selama 1,5 jam. Selanjutnya dengan menumpang mobil perusahan kayu PT. Gema Hutan Lestari anda memulai pertualangan ke Danau Rana sepanjang ± 43 km dalam perjalanan anda disuguhkan dengan pemandangan alam yang indah, beraneka macam jenis tumbuhan dapat dijumpai disini, anda akan melewati kawasan hutan lindung juga bisa menikmati keindahan desa – desa di pesisir barat pulau buru dari atas gunung secara langsung, anda akan mampir sebentar di cam Waldea tepat di km 21 setelah itu perjalanana dilanjutkan sampai pada km. 40, Dari sini anda akan berpetualang berjalan kaki sepanjang ± 23 km untuk sampai di Pusat Danau Rana, sepanjang perjalanan anda akan melewati beberapa desa yang dihuni oleh masyarakat suku asli Pulau Buru disini anda akan disuguhkan dengan tarian ”sawat” sebagai tanda ucapan selamat datang bagi para tamu. Jalur kedua melewati desa Tifu Kecamatan Leksula. Desa yang terletak di selatan pusat kota Namlea ini hanya dapat ditempuh dengan perjalanan laut menggunakan speedboat dengan jarak tempuh ± 5 jam, tiba di Desa Tifu dengan menggunakan mobil truck anda memulai petualangan ke Danau Rana sepanjang 40 km samapai di desa Waelo, setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju pusat Danau Rana ± 6 jam, sama seperti jalur barat disepanjang jalan juga melewati perkampungan masyarakat suku asli Pulau Buru.

Danau Rana terkenal keramat bagi masyarakat sekitarnya, airnya jernih dipenuhi dengan bunga teratai diatasnya, udaranya sejuk. anda bisa menikmati ketenangan Danau Rana dengan menggunakan perahu dengan pemandangan indah di ujung senja itu tampak awan berarak-arak, bergumpal-gumpal menggantung di kanopi langit di atas Danau Rana. Kala bersampan di tengah danau ini, kita seolah merasa jangan-jangan kita ini sudah berada di beranda sorga yang sering digambarkan begitu indah tak terkirakan. Bayangkan saja, pantulan sinar matahari senja memendarkan warna lembayung, udara yang sejuk disisipi awan-awan kelabu kelam serta putih lemah memayungi kepala kita. Memasuki senja angin malam ( oleh masyarakat setempat dinamakan sibu-sibu ) pun datang semilir menyumbui permukaan danau yang mulai kelam. Bila anda ingin berkeliling Danau hanya dengan biaya 100 ribu masyarakat setempat siap mengantar anda berkeliling ke mana saja dengan waktu sepuasnya, anda bisa mengunjungi perkampungan warga yang mengelilingi danau ada dusun Wamamboli, Kaktuan, Erdafa, Warujawa, Waimite, Wagrahi, dan Waireman anda akan disambut dengan senyum ramah masyarakt Buru sekaligus anda bisa mencicipi berbagai jenis ubi-ubian dengan ikan bakar dan colo - colo khas Maluku.

Wisata Lahat | Batu Macan

Batu macan yang terdapat di Kecamatan Pulau Pinang, Desa Pagar Alam Pagun ini sudah ada sejak jaman Majapahit pada abad 14. Batu macan ini merupakan simbol sebagai penjaga (terhadap perzinahan dan pertumpahan darah) dari 4 daerah, yaitu : Pagar Gunung, Gumai Ulu, Gumai Lembah, dan Gumai Talang.


Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari penjaga situs setempat yakni Bapak Idrus, kisah adanya batu macan terkait dengan legenda si pahit lidah yang beredar di masyarakat. Pada waktu itu, si pahit lidah sedang berjemur di batu penarakan sumur tinggi. Pada saat sedang berjemur, si pahit lidah melihat seekor macan betina yang sering menggangu masyarakat desa, kemudian oleh si pahit lidah, macan tersebut di ingatkan agar tidak mengganggu masyarakat desa. Namun, macan tersebut tidak menuruti apa yang disampaikan oleh si pahit lidah. Padahal si pahit lidah sudah menasehati macan tersebut sampai tiga kali, sampai akhirnya si pahit lidah berucap “ai, dasar batu kau ni”. Akhirnya macan tersebut menjadi batu. Setelah diselidiki, ternyata macan tersebut adalah macan pezinah dan anak yang sedang diterkamnya adalah anak haram. Sedang macan yang ada di belakangnya adalah macan jantan yang hendak menerkam macan betina tersebut.

Apabila ada wanita disuatu desa diketahui berzinah, maka terdapat hal-hal yang harus dilakukan oleh si wanita itu yaitu: menyembelih kambing untuk membersihkan rumah, kemudian sebelum kambing tersebut dipotong, maka orang tersebut harus dikucilkan dari desa ke suatu daerah lain atau di pegunungan. Kemudian apabila wanita tersebut mengandung dan melahirkan, maka harus menyembelih kerbau. Setelah persyaratan tersebut dilakukan, maka wanita tersebut dapat diterima di masyarakat kembali.

Sumber: www.lahatkab.go.id

Candi Muara Takus - Wisata Riau


Wisata Riau - Kompleks candi ini terletak di desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar atau jaraknya kurang lebih 135 kilometer dari Kota Pekanbaru. Jarak antara kompleks candi ini dengan pusat desa Muara Takus sekitar 2,5 kilometer dan tak jauh dari pinggir sungai Kampar Kanan.

Kompleks candi ini dikelilingi tembok berukuran 74 x 74 meter diluar arealnya terdapat pula tembok tanah berukuran 1,5 x 1,5 kilometer yang mengelilingi kompleks ini sampal ke pinggir sungai Kampar Kanan. Di dalam kompleks ini terdapat pula bangunan candi Tua, candi Bungsu dan Mahligai Stupa serta Palangka. Bahan bangunan candi terdiri dari : batu pasir, batu sungai dan. batu bata. Menurut sumber tempatan, batu bata untuk bangunan ini dibuat di desa Pongkai, sebuah desa yang terletak di sebelah hilir kompleks candi.

Bekas galian tanah untuk batu bata itu sampai saat ini dianggap sebagai tempat yang sangat dihormati penduduk. Untuk membawa batu bata ke tempat candi, dilakukan secara beranting dari tangan ke tangan. Cerita ini walaupun belum pasti kebenarannya memberikan gambaran bahwa pembangunan candi itu secara bergotong royong dan dilakukan oleh orang ramai.

Selain dari candi Tua, candi Bungsu, Mahligai Stupa dan Palangka, di dalam kompleks candi ini ditemukan pula gundukan yang diperkirakan sebagai tempat pembakaran tulang manusia. Diluar kompleks ini terdapat pula bangunan-bangunan (bekas) yang terbuat dari batu bata, yang belum dapat dipastikan jenis bangunannya.

Kompleks candi Muara Takus, satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Riau. Candi yang bersifat budhistis ini merupakan bukti pernahnya agama Budha berkembang di kawasan ini beberapa abad yang silam. Kendatipun demikian, para pakar purbakala belum dapat menentukan secara pasti kapan candi ini didirikan. Ada yang mengatakan abad kesebelas, ada yang mengatakan abad keempat, abad ketujuh, abad kesembilan dan sebagainya. Tapi jelas kompleks candi ini merupakan peninggalan sejarah masa silam.

Lokasi Kecamatan XIII Koto - Riau

Keindahan alam Minangkabau

Ngarai Sianok – Bukit Tinggi


danau kembar - solok


jembatan akar pesisir selatan


Danau Singkarak – Tanah Datar


Lembah Arau – Limapuluh Kota


Danau Maninjau – Agam


Laut Mentawai – Mentawai

Wisata Kepulauan Raja Ampat

Wisata karang




Sunset

Gambar Dari Atas

Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat, tepatnya di bagian kepala burung Papua. Kepulauan ini merupakan tujuan penyelam-penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya. Empat di antara gugusan pulau ini adalah pulau terbesar yaitu:
Pulau Waigeo
Pulau Misool
Pulau Salawati
Pulau Batanta
Mitos

Asal mula nama Raja Ampat sendiri diduga merupakan sebuah mitos yang berkembang dan memiliki beberapa varian di masyarakat setempat. Mitos itu mengatakan bahwa ada seorang wanita yang menemukan 7 telur. 4 butir telor di antaranya menetas menjadi 4 orang pangeran yang berpisah dan masing-masing menjadi raja yang berkuasa di Waigeo, Salawati, Misool Timur dan Misool Barat. Sementara 3 telur lainnya menjadi hantu, seorang wanita dan sebuah batu.

Objek Wisata

Kepulauan Raja Ampat merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata penyelaman. Perairan Kepulauan Raja Ampat menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini.

Dr John Veron, ahli karang berpengalaman dari Australia, misalnya, dalam sebuah situs ia mengungkapkan, Kepulauan Raja Ampat yang terletak di ujung paling barat Pulau Papua, sekitar 50 mil sebelah barat laut Sorong, mempunyai kawasan karang terbaik di Indonesia. Sekitar 450 jenis karang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu.

Tim ahli dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah melakukan penilaian cepat pada 2001 dan 2002. Hasilnya, mereka mencatat di perairan ini terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini.

Ada beberapa kawasan terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat antara P. Waigeo dan P. Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Timur Selatan dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.

Spesies yang unik yang bisa dijumpai pada saat menyelam adalah beberapa jenis pigmy seahorse atau kudalaut mini, wobbegong dan Manta ray. Juga ada ikan endemik raja ampat, yaitu Eviota raja, yaitu sejenis ikan gobbie. Di Manta point yg terletak di Arborek selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani beberapa ekor Manta Ray yang jinak seperti ketika Anda menyelam di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Jika menyelam di Cape Kri atau Chicken Reef, Anda bisa dikelilingi oleh ribuan ikan. Kadang kumpulan ikan tuna, giant trevallies dan snappers. Tapi yang menegangkan jika kita dikelilingi oleh kumpulan ikan barakuda, walaupun sebenarnya itu relatif tidak berbahaya (yang berbahaya jika kita ketemu barakuda soliter atau sendirian). Hiu karang juga sering terlihat, dan kalau beruntung Anda juga bisa melihat penyu sedang diam memakan sponge atau berenang di sekitar anda. Di beberapa tempat seperti di Salawati, Batanta dan Waigeo juga terlihat Dugong atau ikan duyung.

Karena daerahnya yang banyak pulau dan selat sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman pada waktu tertentu memiliki arus yang kencang. Hal ini memungkinkan juga untuk melakukan drift dive, menyelam sambil mengikuti arus yang kencang dengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan. Ada juga pesawat karam peninggalan perang dunia ke II yang bisa dijumpai di beberapa tempat penyelaman menjadikan tempat yang bagus untuk wreck dive seperti di P. Wai. Dan masih banyak lagi situs terumbu karang yang sebenarnya belum pernah dijamah. Ini menjadikan penyelaman di Raja Ampat terasa lebih menantang.

Wisata Kopi ala Java Mocha


Banyak orang doyan minum kopi, tapi belum tahu bagaimana proses pengolahan kopi dari perkebunan hingga menjadi kopi bubuk siap seduh. Bahkan, banyak orang (kota) belum pernah melihat tanaman kopi.

Inilah yang mendorong pengelola Java Mocha di Delta Raya Selatan 38 Waru, Sidoarjo, menggelar Java Coffee World Adventure. Peserta tur berasal dari Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya dibawa ke perkebunan kopi di Kaliwining, Kabupaten Jember.

"Kebetulan Java Mocha memang bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kopi di Jember sana," ujar Sofie Kusminarsih, program director Java Mocha Indonesia, kepada saya.

Tur ke kebun kopi itu cukup mengesankan. Sebab, peserta tak hanya bereaksi di akhir pekan atau berkelana ke desa, tapi mendapat banyak pengetahuan baru tentang kopi. Apa saja tentang kopi.

"Sebelum ke perkebunan, peserta mendapat presentasi tentang kopi. Peserta diberi wawasan mulai dari jenis kopi, cara budidaya, perawatan, panen, hingga pengolahan pascapanen," tutur Sofie Kusminarsih.

Yang menarik, penjelasan tentang seluk-beluk kopi ini langsung diberikan oleh para ahli kopi di Pusat Penelitian Kopi Kaliwining. Sebagian di antaranya dosen senior Fakultas Pertanian Universitas Jember. Pakar-pakar ini tiap hari berurusan dengan budidaya dan pengolahan kopi.

Selepas presentasi, rombongan dari Sidoarjo diajak melihat perkebunan kopi dan pabrik pengolahan kopi milik Puslit Kaliwining.

"Habis jalan-jalan, kita diminta mencicipi kopi. Coffee cup testing ini yang paling berkesan bagi peserta tur," kata Sofie.

Cukup seru, karena banyak macam kopi yang disediakan Puslit Kaliwining. Mereka pun dipersilakan bertanya--apa saja asalkan masih tentang kopi--kepada para pakar kopi.

Menurut Sofie, tur ke perkebunan kopi Kaliwining akan menjadi agenda tetap Java Mocha. Sebab, sejak awal coffee house di kawasan Deltasari ini ingin agar warga Jawa Timur punya apresiasi terhadap kopi jawa. Bukan apa-apa. Kopi jawa yang diproduksi di berbagai perkebunan dan lahan rakyat tak kalah dengan kopi impor.

"Java Coffee itu punya tempat tersendiri di kalangan komunitas kopi internasional. Sudah selayaknya kalau kita bangga dengan tanaman yang dihasilkan di bumi Indonesia sendiri," ujar Sofie.

Wisata lumpur di Sidoarjo


Kami, penduduk Kabupaten Sidoarjo, sudah jenuh dengan lumpur lapindo. Semburan yang bermula pada 29 Mei 2006 itu boleh dikata mustahil ditutup. Pemerintah sudah kehilangan akal. Kita hanya tinggal berdoa dan pasrah kepada Tuhan.

Sekitar 20.000 korban lumpur asal Desa Siring, Jatirejo, Kedungbendo, Renokenongo, Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera I, kemudian Ketapan, Mindi dan beberapa bagian desa lain sudah tak berdaya. Pikiran mereka sederhana saja: ganti rugi atas rumah dan lahan mereka harus segera dibayar. Uang muka 20 persen rata-rata sudah diterima, tinggal sisa 80 persen.

"Saya nggak percaya semburan di sini akan berhenti," ujar Ahmad, warga Siring, Kecamatan Porong.

"Katanya 31 tahun akan berhenti?" pancing saya saat jalan-jalan ke kawasan lumpur lapindo, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu [21 Oktober 2007].

"Wah, saya nggak percaya sama sekali. Kalau melihat volume semburan yang stabil, kami nggak percaya. Saya kok yakin lumpur itu akan menyembur seterusnya. Kita hanya bisa serahkan kepada Allah," ujar penjual VCD bencana lumpur lapindo ini.


Saya melihat kondisi lumpur lapindo di Porong dan Tanggulangin kian mengerikan. Tanda-tanda kehidupan tak ada lagi. Semua tanaman mati. Rumah-rumah terendam hingga ke bubungan, bahkan lebih. Pabrik tempat mendiang Marsinah [pahlawan buruh] bekerja, PT Catur Putra Surya, yang bikin arloji di Desa Siring, sudah tak terlihat lagi. Yang ada hanya kolam air bercampur lumpur, tanggul dari pasir-batu, serta kegiatan pekerja BPLS [Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo].

Cerita tanggul jebol menjadi hal biasa. Padahal, dampaknya akan sangat mengerikan manakala tanggul jebol terus-menerus. Bisa menenggelamkan kampung-kampung yang belum masuk peta terdampak lumpur. Dan itu berarti masalah baru karena Lapindo Brantas Inc. menyatakan hanya mau membayar kompensasi untuk kawasan di dalam peta terdampak.

Jika benar lumpur meluber konstan sampai 30 tahun, bagaimana nasib desa-desa sekitar yang masih bertahan? Permisan? Mindi? Glagaharum? Kawasan tambak di Kecamatan Jabon? Saya yakin, jika penanganan lumpur seperti sekarang, tak sampai 30 tahun desa-desa lama itu bakal tinggal sejarah. Sama lah dengan Siring, Jatirejo, Kedungbendo, dan Renokenongo yang telah hilang dari peta Sidoarjo.

Di balik tragedi dahsyat ini, sejumlah korban lumpur, khususnya asal Jatirejo dan Siring, memanfaatkan untuk sekadar mendapat tambahan dana. Mereka bikin wisata lumpur. Klop, karena banyak orang [dari berbagai daerah di tanah air] ingin melihat dari dekat semburan lumpur itu. Musim libur Lebaran kemarin pengunjung membeludak.

"Lumayan ada rezeki. Sekarang warga sudah tersebar ke mana-mana, banyak yang nggak punya pekerjaan. Terpaksa begini, Bang," kata Tarmizi, warga Jatirejo [Porong]. Ia pemandu wisata saya meski sebenarnya sudah tahu banyak cerita di balik tenggelamnya desa-desa di sekitar Sumur Banjarpanji I milik Lapindo Brantas Inc.

Wisata di lokasi bencana sedahsyat di Porong? Istilah 'wisata' jelas tidak pas karena di sini para pengunjung tidak beroleh kelegaan rohani. Orang datang lebih karena ingin bersimpati, merasakan langsung betapa ribuan manusia terusir gara-gara kesalahan fatal di lokasi tambang gas bumi. Tapi tidak apa-apa. Koran-koran di Surabaya memang menyebut lokasi seluas 400 hektare lebih itu sebagai kawasan wisata lumpur.

Hampir setiap akhir pekan saya mampir di lokasi semburan lumpur ini. Saat anda tiba, banyak tukang parkir menyambut kendaraan anda. Sekali parkir Rp 2.000. Parkir mobil Rp 5.000. Naik ke atas tanggul bayar lagi Rp 2.000. Tidak pakai tanda terima apa pun. Beberapa laki-laki sibuk 'bancakan' uang dari pengunjung.

Saya heran, objek wisata kok liar begini? Kenapa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, BPLS, atau Kecamatan Porong dan Tanggulangin tidak menatanya? Akuntabilitasnya bagaimana? Apa ada jaminan uang dari pengunjung [ratusan orang per hari, bahkan ribuan] jatuh ke tangan yang tepat? Dikelola untuk korban lumpur?

Di atas tanggul, kita seakan berada di padang gurun yang tandus. Bau busuk khas lumpur. Retakan lumpur kering. Kolam penampung air berlumpur. Alat-alat berat milik BPLS. Ribuan rumah yang tenggelam. Laki-laki menyelam untuk bongkar bahan bangunan yang masih layak pakai. Puluhan tukang ojek. Penjual VCD lumpur. Penjual es atau makanan kecil. Sangat meriah layaknya tempat wisata terkenal.

Jalan kaki ke dekat pusat semburan, Desa Renokenongo, jelas melelahkan. Juga sangat panas karena semua tanaman di lahan 400 hektare lebih [ada koran menulis 500 hektare] sudah mati. Mau tak mau kita memakai jasa tukang ojek. "Pulang pergi Rp 10.000," kata Tarmizi, pemandu wisata, tukang ojek, sekaligus penjual VCD.

Saya geleng-geleng kepala, tapi terpaksa menuruti 'kebijakan' Tarmizi dan kawan-kawan. "Kok gampang banget cari uang ya? Di balik bencana ada saja tangan-tangan yang beroleh rezeki," pikir saya.

Tiba di garis batas BPLS, pengunjung tak boleh beranjak lebih jauh, saya melihat 50-an turis lokal di sana. Melihat semburan lumpur berbalut asap putih tebal yang tak pernah berhenti. Juga sejumlah pekerja mengoperasikan alat berat untuk memperkuat lokasi sekitar semburan.

"Kalau mau sampai ke dekat semburan, ya, bayar Rp 50.000. Tapi sekarang dilarang karena dianggap sangat berbahaya. Apalagi, tanggul baru saja jebol beberapa kali," jelas Tarmizi.

Dia juga mengingatkan bahwa pada 22 November 2006 pipa gas milik Pertamina meledak, sehingga belasan orang terkubur hidup-hidup. Ah, siapa yang mau mati konyol di sana? Penjelasan Tarmizi ini kontan membuat pengunjung kehilangan minat jalan-jalan ke dekat pusat semburan.

Saat pulang, Tarmizi menawarkan VCD seharga Rp 15.000 sampai Rp 20.000 per keping kepada saya. Menurut dia, VCD itu mengambarkan situasi bencana lumpur lapindo yang telah menimbulkan korban 20.000 orang lebih, berikut dampak sosial, kerusakan jalan raya, rel kereta api, dan sebagainya.

"Yang buat VCD ini teman-teman wartawan. Kalau anda beli berarti anda ikut menyumbang korban lumpur. Yah, buat kenang-kenangan setelah wisata ke sini," kata Tarmizi dengan rayuan khasnya. Saya tidak membeli karena sudah lama mengoleksi VCD lumpur lapindo.

Saya pastikan, Minggu [21/10] siang, ratusan turis berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Lihat saja mobil-mobil berplat nomor Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang, Denpasar, bahkan luar Jawa. Jangan tanya plat nomor Jawa Timur yang pasti paling banyak: L [Surabaya], W [Sidoarjo], P [Jember], N [Malang], AE [Madiun]. Logat bicara pengunjung pun macam-macam.

"Yang dari manca negara juga banyak, Bang," kata Tarmizi. "Pokoknya ramai terus, nggak peduli Lebaran atau bukan. Orang kan ingin melihat langsung semburan lumpur di Porong itu kayak apa. Kalau sekadar lihat di televisi kan nggak puas."

Fenny bersama keluarga, asal Semarang, menyempatkan diri berkunjung ke lokasi bencana lapindo. Hampir satu jam mereka jalan-jalan, foto bersama, ambil gambar. Gunawan [Jakarta] pun sama. "Saya memang niat ke sini kalau kebetulan ada waktu ke Jawa Timur. Ternyata, bencana ini benar-benar dahsyat," ujar Gunawan.

Ya... benar-benar dahsyat!